Mataram, Universitas Mataram – Universitas Mataram (Unram) menjadi tuan rumah dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) ke-39. Pembukaan kegiatan PIT HATHI dilaksanakan di Auditorium M. Yusuf Abu Bakar Unram pada Jumat malam (28/10).

Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr, St, Ph.D saat diminta menyampaikan sambutan pada acara pembukaan PIT HATHI ke-39 mengatakan bahwa Nusa Tenggara Barat memiliki lahan kering yang cukup luas. “Kami dari Perguruan Tinggi ditantang untuk bagaimana mengadakan air di beberapa tempat kering yang tersebar di NTB ini” tuturnya.

Rektor Unram juga menyampaikan terkait permasalahan yang terjadi di beberapa daerah di NTB seperti kasus pompa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan daerah di Lombok Selatan.
“Beberapa pompa di KLU mungkin perlu diaktifkan kembali, dikembangkan, dan diinovasikan. Ada juga yang perlu kami sampaikan terkait permasalahan di beberapa pelosok di NTB yang kekurangan air terutama di musim kemarau, khususnya di Lombok Selatan” jelas guru besar fakultas pertanian tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Prof. Bambang juga menyapa rombongan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan peserta PIT HATHI ke-39 yang hadir dalam acara tersebut. “Terimakasih atas kedatangan pak menteri dan semua. Selamat datang di Unram, selamat datang di pulau Lombok. Silakan bapak, ibu, para peserta nikmati pulau yang indah ini. Semoga kami bisa terus menyambut baik tamu-tamu kami” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum HATHI yang sekaligus merupakan Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) PUPR, Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, mengatakan adanya kerjasama dengan Unram untuk memfasilitasi kelompok petani-petani dalam mengembangkan sorgum pada lahan seluas 120 hektare di Desa Akar-akar dan 70 hektare di wilayah Bendungan Batujai. “Pada saat ini sebagai pilot project akan ditanam pada lahan seluas 10 hektare di Desa Akar-akar dan 10 hektare di Desa Batujai” jelas Jarot.

Menteri PUPR, Dr. Ir. M. Basoeki Hadimoeljono, M.Sc. mengatakan bahwa dalam PIT HATHI tahun ini dirangkaian dengan penandantangan MoU dengan para rektor universitas. “Saya sudah mengambil keputusan nanti di lokasi proyek PUPR, misalnya bendungan. Pasti setiap bendungan mempunyai laboratorium oleh penyedia jasa. Setelah selesai saya akan menyerahkan alat-alat laboratorium itu untuk universitas yang berdekatan” terangnya.

Menteri PUPR itu juga berharap jika kegiatan-kegiatan yang dilakukan bisa menjadi kontribusi untuk peningkatan SDM di daerah. “Bahkan di setiap provinsi tempat di adakan PIT HATHI, satu dosen dari universitas yang ada di provinsi harus dikirim oleh balai dengan biayai oleh balai. Itu semua agar kita dapat membentuk kolaborasi antara kementerian PUPR dengan universitas” tegasnya.

Dr. Basoeki juga menjelaskan bahwa MoU yang ada tidak hanya kesepakatan mengenai program magang. “Jadi kenapa tadi ada MoU, selain untuk magang dan lain sebagainya juga untuk meningkatkan fasilitas terutama laboratorium. Kalau di Bendungan minimal pasti ada laboratorium mekanika tanahnya dan harus diserahkan” tutup Menteri PUPR.