Mataram, Universitas Mataram – Kegiatan Workshop Pembentukan Forum Komunikasi dan Kemitraan (FORSITRA) perguruan tinggi se-Nusa Tenggara Barat (NTB) telah dilaksanakan di Universitas Mataram (Unram) pada tanggal 27-28 September 2022 di Ruang Sidang Senat Lantai 3, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unram.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor IV, Dekan, dan tim atau gugus kerja sama Unram dengan beberapa perwakilan dari perguruan tinggi di NTB. Adapun perwakilan perguruan tinggi di wilayah Mataram, yaitu Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA), Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Universitas Teknologi Mataram, Universitas Nadhatul Wathan Mataram, Universitas 45, Universitas Islam Al-Azhar, dan Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram.

Perwakilan dari wilayah Lombok Barat, yaitu Institut Agama Islam Nurul Hakim Kediri. Perwakilan dari wilayah Lombok Tengah, yaitu Politeknik Pariwisata Lombok (POLTEKPAR). Dan perwakilan dari wilayah Lombok Timur, yaitu Universitas Hamzan Wadi. Selanjutnya perwakilan untuk wilayah Pulau Sumbawa, yaitu Universitas Cordova Kabupaten Sumbawa Barat, Universitas Samawa, Universitas Teknologi Samawa, STKIP YAPIS Dompu, STKIP Taman Siswa Bima, STKIP Harapan Bima, dan STKIP Bima.

Kegiatan yang didukung oleh Uni Eropa untuk Pendidikan Tinggi di Kawasan ASEAN (SHARE) Program DAAD ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi/diseminasi kolaborasi dan mobilitas perguruan tinggi yang telah dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2022 lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk dapat lebih mengkonsolidasikan dan mempromosikan kegiatan internasional bagi perguruan tinggi yang ada di wilayah NTB.

Yusron Saadi, ST, M.Si., Ph.D. sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Unram, dalam sambutannya menyampaikan alasan perguruan tinggi memerlukan kerjasama. Selain itu, beliau berharap semua perguruan tinggi di wilayah NTB dapat berjalan dan berkembang bersama-sama. “Jika semua orang bergerak maju bersama, maka kesuksesan akan datang dengan sendirinya,” tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Pendidikan Unram, Prof. Dr. A. Wahab Jufri, M.Sc., “dengan adanya kerjasama antarperguruan tinggi di Universitas Mataram ini, dapat menigkatkan indeks pendidikan perguruan tinggi di walaya Nusa Tenggara Barat” .

Acara dilanjutkan dengan pengenalan Project SHARE DAAD oleh Koordinator PMT SHARE DAAD Unram, Dr. rer.nat Lalu Rudiyat Telly Savalas. “Project ini tidak hanya terbatas dalam lingkup ASEAN saja tetapi juga besar harapan kami dapat dikembangkan secara global, yang mana kegiatan ini harus melalui kerjasama regional yang kedepannya dapat dilaksanakan bersama-sama oleh setiap universitas yang ada di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya .

Salah satu narasumber yang dihadirkan dalam acara ini adalah Bunyamin, SS, M.Hum. selaku Kepala Museum Negeri NTB. “Museum bukan hanya menjadi tempat penyimpanan barang kuno saja, tetapi juga dapat menjadi sumber pengetahuan yang dapat dikembangkan dalam bidang akademis, riset. Ada banyak bidang kolaborasi yang dapat dijajaki bersama,” jelas Bunyamin.

Selain itu, beliau juga berharap tindak lanjut berupa Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah awal kolaborasi yang tidak hanya dilaksanakan dengan Unram saja, tetapi dengan perguruan tinggi lain yang ada di wilayah NTB.

Kegiatan hari kedua SHARE DAAD diisi dengan diskusi dan Focus Group Discussion (FGD) tentang struktur organisasi dan nama dari Forum Komunikasi dan Kemitraan Perguruan Tinggi se-Nusa Tenggara Barat yang sebelumnya disingkat FORSITRA menjadi FORKITA. Kegiatan ini akan dilanjutkan secara berani pada kesempatan berikutnya untuk pengembangan terkait pembuatan MoU dan detail kerja sama yang akan dilaksanakan dalam bidang akademik, penelitian dan pengabdian. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan mengunjungi Museum Negeri NTB.