Mataram, Universitas Mataram – Rangkaian Dies Natalis ke-60 Universitas Mataram (Unram) kembali digelar secara meriah. Unram mengadakan jalan sehat yang digelar pada hari Sabtu (15/10) dengan titik kumpul di Lapangan Rektorat Unram dan lomba fashion show di Gedung Dome Unram pada hari Minggu (16/10).

Acara jalan sehat itu diikuti oleh sekitar 5.000 peserta yang terdiri dari seluruh jajaran civitas akademika Unram, mitra sponsor Unram, dan masyarakat umum. Diiringi Gendang Beleq, rute jalan sehat dimulai dari Lapangan Rektorat Unram menuju jalan Majapahit dan Airlangga, kemudian memasuki jalan Pemuda, lalu memasuki kawasan kampus Unram dan terakhir kembali menuju Lapangan Rektorat Unram.

Sementara itu, di tempat acara terdapat beragam bazar yang digelar, baik yang berasal dari Unram maupun dari mitra sponsor. Berbagai jenis produk UMKM mulai dari makanan dan minuman, pakaian, kerajinan tangan seperti lukisan dari daun pohon pisang yang dikeringkan, dan produk lokal lainnya dijual dalam acara tersebut.

Adapun Eva Yolanda dihadirkan sebagai bintang tamu. Dalam kesempatan itu juga digelar launching mobil listrik oleh Fakultas Teknik Unram, dan diakhiri dengan pembagian doorprize.

Selanjutnya, di hari Minggu (16/10) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unram mengadakan lomba fashion show Sasambo yang diikuti oleh mahasiswa dan anggota DWP Unram. Diawali dengan paduan suara dan tarian dari DWP Unram, dalam parade fashion show tersebut para pimpinan DWP Unram tampil memukau dengan busana bertemakan Sasambo. Mahasiswa program MBKM dari berbagai daerah pun ikut tampil dalam fashion show tersebut dengan menggunakan pakaian adat dari seluruh provinsi di Indonesia.

Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D. turut mengapresiasi ide DPW Unram dalam menggelar lomba tersebut.

“Kali ini dies natalis Unram yang ke-60 kita buat agak panjang. Kita ingin dies ini meriah, masyarakat yang terlibat jalan sehat luar biasa meriah, sangat panjang barisan pesertanya. Dan hari ini kita akan melihat lomba fashion show. Esensi dari lomba ini adalah untuk meningkatkan ekonomi kreatif terutama bagi mereka yang membuat tenun-tenun ikat, ada tenun yang disebut Sasambo dari berbagai macam daerah di NTB, ada Sasak, Samawa, Mbojo,” tutur Prof. Bambang.

Ia menyebutkan jika kedepannya kegiatan dies natalis dan kegiatan Unram lainnya, harus menjadi penggerak untuk meningkatkan ekonomi kreatif secara khusus di NTB.