Mataram, Universitas Mataram – Universitas Mataram (Unram) menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional Forum Wakil Rektor atau Pembantu Rektor II Perguruan Tinggi Negeri (Rakernas WR/PR II PTN) seluruh Indonesia. Kegiatan itu dilaksanankan selama tiga hari dari Kamis (17/12) sampai dengan Sabtu (19/12). Rapat kerja nasional ini dihadiri tak kurang dari 310 orang yang terdiri dari WR/PR II dari PTN seluruh Indonesia.

Ketua Panitia Rakernas WR/PR II PTN seluruh Indonesia, yang juga Wakil Rektor II Unram, Prof. Dr. Kurniawan, SH., M.Hum., dalam laporannya mengatakan, Rakernas WR/PR II PTN seluruh Indonesia ini dilaksanakan selama tiga hari, dengan dihadiri sebanyak 310 orang. “Konon ini jumlah peserta terbesar selama rapat kerja forum WR/PR II. Atas nama panitia, kami menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada ketua Forum dan jajaran, yang memberikan kepercayaan Unram sebagai tuan rumah,” ujarnya.

Rektor Unram, Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Forum WR/PR II yang melaksanakan Rakernas di Unram. Rakernas ini juga bisa menghadirkan dua narasumber penting yaitu Sekjen Kemendikbudristek, dan Biro SDM Kemendikbudristek.

“Pelaksanaan Rakernas ini momentumnya memang sangat tepat, kita berada pada akhir tahun anggaran 2021, dan akan segera memasuki anggaran 2022, Dipa sudah kita peroleh, tentu harapan kita semua bisa segera eksekusi, agar tidak terulang berbagai hambatan di tahun sebelumnya. Karena itu sekali lagi, terima kasih kepada forum WR/PR II PTN dengan terselenggaranya acara ini,” ujar Husni.

Ketua Forum WR/PR II PTN seluruh Indonesia, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, MPd., dalam sambutannya sekaligus membuka acara menyampaikan terima kasih kepada Rektor Unram dan jajarannya atas kesediaan menjadi tuan rumah Rakernas ini. Ia menyampaikan beberapa hal yang menjadi perhatian pihaknya, antara lain bahwa forum ini sudah vakum selama kurang lebih dua tahun karena pandemi Covid-19.

“Ini kali pertama bisa berkumpul. Selama saya dipercaya jadi ketua, ini adalah peserta forum terbanyak selama tiga tahun terakhir,” ujarnya.

Di samping itu, ia menyoroti beberapa permasalahan perguruan tinggi antara lain, terkait radikalisme, yang menurutnya memang ada di perguruan tinggi. Kemudian, terkait kekerasan seksual yang mulai terbuka, dan tidak mudah menyelesaikan masalah tersebut. Selain itu, mengenai perguruan tinggi yang diharapkan mampu menjadi corong lahirnya sumber daya manusia (SDM) yang hebat.

“Melahirkan manusia Indonesia yang pintar bukan persoalan sulit, tapi menghasilkan SDM yang cerdas, itu adalah persoalan. Oleh sebab itu pendidikan tinggi harus dikelola dengan baik dan mampu menghasikan yang terbaik,” ujar Wayan.

Di sisi lain, pihaknya juga menyoroti permasalahan SDM di sejumlah PTN, antara lain mengenai persoalan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Selain itu, pihaknya menyoroti kebutuhan pendanaan perguruan tinggi.

“Unsur keadilan dalam kontestasi pendanaan pendidikan tinggi, harus jadi sesuatu yang betul-betul memberikan keadilan, inlah tujuan kita mengundang Sekjen agar memberikan wawasan kepada kita,” ujarnya.

Menurut Wayan, Forum WR/PR II biasanya diisi oleh orang-orang yang memiliki pengalaman di posisi ini, yang terbiasa dengan tekanan dari internal maupun eksternal. Ia berharap melalui Rakernas kali ini, bisa benar-benar mampu menaikkan sebuah pemikiran yang akan disampaikan ke Kemendikbudristek untuk menjadi orientasi pengambilan keputusan ke depan tentang pengembangan dan penguatan perguruan tinggi.

Dalam kesempatan diskusi, Sekjen Kemendikbudristek, Ir. Suharti, M.A.,Ph.D., menyampaikan diharapkan kepada forum WR/PR II memberikan rekomendasi kepada Kemendikbudristek mengenai Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Selain itu, ia juga menyoroti tantangan bagi PTN untuk menampung lebih banyak mahasiswa agar bisa berkuliah.

Suharti juga mengakui banyaknya permasalahan perguruan tinggi belakangan ini. Ia mengajak semua pihak untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.  “Kualitas layanan pendidikan harus diperkuat dan itu tugas kita bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, hadir juga Kepala Biro SDM Kemendikbudristek, Dyah Ismayanti dengan membawakan materi berjudul Kebijakan Pengelolaan dan Pengembangan SDM.