Mataram, Universitas Mataram– Bimbingan Teknis (Bimtek) Save Biodiversity digelar di Universitas Mataram (Unram) pada Selasa, 9 November 2021 dan Rabu, 10 November 2021. Kegiatan ini dalam rangka Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) Camp.

Kegiatan itu difasilitasi SEAMEO BIOTROP. Perwakilan BIOTROP, Dr. Perdinan dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mewakili SEAMEO BIOTROP mengikuti kegiatan MBKM yang diselenggarakan oleh LPMP bekerja sama dengan tujuh SEAMEO Centre. Di Asia ini ada 26 SEAMEO Centre tersebar di 11 negara dan 7 ada di Indonesia, BIOTROP salah satunya.

Ia menyampaikan, fokus utama pihaknya dalam kegiatan ini yaitu sosialisasi dengan tujuan keberadaan SEAMEO BIOTROP, yang resmi tercatat di Kemenlu sebagai organisasi internasional bisa lebih dimanfaatkan oleh pihak terkait atau stakeholder di Indonesia dalam arti yang lebih luas.

“Kami diarahkan agar lebih luas cakupannya tidak lagi misalnya SEAMEO BIOTROP ini ada di Institut Pertanian Bogor (IPB), kemudian bekerja terus hanya di IPB. Namun kami juga perlu memperluas jaringan, itulah kenapa kemarin kami mengadakan workshop internasional bekerja sama dengan ITB, Undip, Unsut, UI kemudian beberapa kampus di Amerika,” jelasnya.

Ia menyampaikan, keberadaan BIOTROP diharapkan bisa menjadi jembatan. “Di Bimtek ini kita akan lebih banyak berdiskusi untuk kerja sama yang mungkin bisa kita lakukan. Bagian terakhir ada tema besar yang dibawa oleh BIOTROP yaitu Save Biodiversity from mountain to ocean ini berhubungan dengan tiga international framework yang sudah diadopsi oleh pemerintah Republik Indonesia,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unram, Agusdin, SE., MBA., DBA., dalam sambutannya, mengatakan, Unram memiliki visi menjadi lembaga pendidikan tinggi yang berdaya saing Internasional berbasis riset dan teknologi tahun 2024. Untuk mencapai visi itu berbagai upaya sudah dilakukan di tahun 2021 ini, tahun pertama dari tahapan pencapaian visi untuk Go International atau internasionalisasi Unram.

“Jadi mudah-mudahan empat sampai lima tahun ke depan kita bisa mencapai visi tersebut,” ujarnya.

Kehadiran SEAMEO BIOTROP ini merupakan energi positif bagi Unram dalam rangka mengoptimalkan implementasi MBKM dan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) PTN. Dalam implementasi MBKM, kolaborasi adalah keniscayaan.

“Jadi kolaborasi itu bisa dengan perguruan tinggi lain, bisa dengan semua organisasi pemerintah, badan usaha pemerintah, badan usaha Negara, badan usaha swasta, bada usaha daerah serta organisasi kemasyarakatan maupun masyarakat secara umum,” ujar Agusdin.

Menurut Agusdin, BIOTROP bisa membantu Unram dalam mengoptimalkan implementasi dari MBKM ini. Dari 8 kegiatan MBMK, misalnya kerja sama magang. Kemudian kegiatan penelitian yang tentu saja harus dibimbing oleh dosen dan mitra. Peluang yang lain adalah studi atau proyek independen, mahasiswa bisa mengembangkan ide untuk melakukan proyek bersama mahasiswa lain yang tentu dibimbing oleh dosennya.

Selain itu, ada pluang lainnya seperti proyek kemanusiaan. Kemudian praktisi dosen, di mana bisa saja dosen-dosen diminta jadi dosen praktisi atau dosen tamu di BIOTROP. Yang selanjutnya yaitu hasil karya dosen mendapat rekognisi dari hasil penelitian, pengabdian masyarakat, inovasi mendapatkan rekognisi dalam bentuk HAKI, Paten dan juga pengakuan-pengakuan secara komunitas.

“Indikator kerjasama Internasional bekerja sama dengan mitra kelas internasional. Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada SEAMEO BIOTROP atas inisiatifnya tanpa kita minta ingin bekerjasama dengan Unram, mudah-mudahan bisa berkelanjutkan ke depannya,” harap Agusdin.

Kegiatan bimtek ini diisi dengan pemaparan materi dan diskusi. Materi yang disampaikan di Unram antara lain Kolaborasi dan Jaringan, Permasalahan Hama Gudang dan Pengelolaannya di Indonesia, Perubahan Iklim dan Pertanian Lahan Kering, Bioteknologi Modern, Herbarium: Pengenalan, Manfaat, dan Pentingnya dalam Penelitian Biodiversitas Tumbuhan, Media Pembelajaran Digital, dan Pengenalan Tumbuhan Asing Invasif dan Dampaknya terhadap Ekosistem di Indonesia.