Mataram, Universitas Mataram – Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram (Unram) menggelar seminar nasional dengan tema Inovasi Konstruksi Bangunan Air Dalam Pembangunan Jaringan Irigasi, pada Kamis, 11 November 2021.Seminar ini merupakan rangkaian acara tahunan Civil Zone 2021. Selain seminar, diadakan juga Lomba Rancang Bendungan Nasional Kelima.

Ketua Pelaksana Civil Zone 2021, Mohamad Arvy Ananta Qolbu mengatakan, tujuan diadakan seminar ini untuk memberi pemahaman peserta mengenai peran bendungan serta inovasinya sebagai sarana mengatasi permasalahan sumber daya air. “Usaha peningkatan pengetahuan masyarakat akan pentingnya inovasi dalam konstruksi bangunan air guna mengatasi masalah sumber daya air,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seminar ini merupakan seminar berskala nasional yang membicarakan tentang konstruksi dan inovasi bangunan air. Seminar ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting.

“Pertama kali diadakan tahun ini dan diselenggarakan oleh HMS FT-UNRAM. Dibuka untuk umum,” ujarnya.

Pemateri seminar itu antara lain, Kepala Subdit Perencanaan Teknis irigasi dan Rawa, membahas strategi penyediaan dan pengelolaan Sumber Daya Air di Indonesia.

Wakil Rektor IV Universitas Mataram, membahas pengembangan bangunan air untuk irigasi. Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1, membahas perancangan bendungan Meninting Lombok Barat, NTB. Dan, Bupati Lombok Barat, membahas pemanfaatan kawasan bendungan Meninting sebagai kawasan wisata.

Selain seminar nasional, dalam kegiatan Civil Zone ini digelar juga Lomba Rancang Bendungan Nasional Kelima. Ia mengatakan, tujuannya untuk mendorong dan menumbuhkembangkan motivasi atau minat mahasiswa dalam bidang rancang bangun bangunan air. Dalam hal ini adalah bendungan dengan memperhatikan kreativitas dan memperlihatkan kearifan lokal suatu daerah di dalam rancangannya, selain keandalan dari bendungan tersebut untuk memenuhi fungsinya.

Finalis Lomba Rancang Bendungan Nasional ke-5 terdiri dari 5 Finalis yaitu Universitas Mataram dengan nama Bendungan Kembang Komak, Politeknik PUPR dengan nama bendungan Arkananta, Universitas Negeri Yogyakarta dengan nama Bendungan Nawasena, Universitas Mataram dengan nama bendungan Kratos, dan Universitas Mataram dengan nama bendungan Garuda Karya.

Rektor Unram, Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada unsur pimpinan Fakultas Teknik dan Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Unram yang telah mengupayakan terselenggaranya seminar nasional.

Menurutnya, sungai memberi manfaat luar biasa bagi kehidupan. Banyak penduduk di sekitar sungai sangat bergantung pada keberadaan sungai untuk keberlangsungan hidup. Namun, pemeliharaan sungai sepertinya belum maksimal terlihat banyaknya sungai yang tercemar oleh sampah, limbah industri, dan limbah rumah tangga, sehingga airnya tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Ketika musim hujan, aliran sungai menjadi sumber banjir yang dapat melumpuhkan kegiatan masyarakat. Sungai yang tadinya sebagai salah satu sumber kehidupan berubah menjadi sumber bencana akibat tangan manusia. Karena itu, kita juga perlu mensosialisasikan pentingnya memelihara kebersihan sungai atau Daerah Aliran Sungai (DAS),” ujar Guru Besar Ilmu Hukum itu.

Terkait dengan tema seminar nasional ini, menurut Husni, sangat relevan dengan kondisi saat ini. Terlebih mayoritas daerah Indonesia merupakan daerah agraris, di mana sungai tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Selain sebagai sumber irigasi sungai dapat diberdayakan sebagai Sumber Air Minum, Pembangkit listrik, Sumber Mata Pencaharian, Sarana Transportasi, tempat destinasi wisata, dan lain-lain.

“Saya berharap seminar ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran terkait dengan tema yang diangkat, sehingga konstruksi bangunan air dalam pengembangan jaringan irigasi dapat betul-betul maksimal yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat sebagai sumber kehidupan khususnya bidang pertanian,” harap Prof. Husni.