Mataram, Universitas Mataram – Universitas Mataram (Unram) menggelar pelatihan program kewirausahaan bagi mahasiswa di Auditorium M. Yusuf Abubakar Unram, pada Kamis, 28 Oktober 2021. Dari 94 proposal yang masuk untuk mengikuti program ini, kelompok program kewirausahaan yang dinyatakan lolos pendanaan sebanyak 40 kelompok, masing-masing kelompok beranggota 3-5 orang dan ada yang perorangan.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan,dan Perencanaan Unram, Drs. Ruspan, M. Ak., menyampaikan, ia menghaturkan terima kasih kepada Rektor Unram yang telah mendukung terlaksananya kegiatan pelatihan ini. “Juga kepada reviewer Unram yang telah bekerja dari bulan September sehingga sampai hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan pelatihan ini,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan kemahasiswaan berperan penting dalam mewujudkan kampus merdeka. Kebijakan kampus merdeka memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkreasi, berkarya dan berwirausaha muda dengan kemandirian dan berkembang seiring perkembangan zaman. “Sejalan dengan kampus merdeka, wirausaha memiliki fungsi meningkatkan sumber daya manusia yang dapat bekerja sama di dunia pekerjaan dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain,” jelas Ruspan.

Tahap pelaksanaan program kewirausahaan Unram tahun 2021 yaitu pada tanggal 16 September 2021 telah dilaksanakan sosialisasi program kewirausahaan Unram tahun 2021 di seluruh fakultas. Kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan proposal kewirausahaan oleh mahasiswa.

Pada gelombang pertama mulai tanggal 17 sampai 26 September 2021 terkumpul proposal sebanyak 31 proposal. Karena di gelombang pertama ini masih kurang, maka pada tanggal 4 sampai dengan 9 Oktober 2021 dibuka lagi gelombang kedua, terkumpul 63 proposal kewirausahaan.

Kemudian pada tanggal 2 Oktober 2021 dilakukan wawancara oleh tim Reviewer Universitas Mataram untuk gelombang yang pertama, kemudian gelombang yang kedua dilakukan pada tanggal 16 Oktober 2021. Jumlah proposal yang masuk dari gelombang satu dan gelombang dua sebanyak 94 proposal.

Dari 94 proposal yang masuk, kemudian dilakukan seleksi oleh tim Reviewer, maka kelompok program kewirausahaan yang dinyatakan lolos pendanaan sebanyak 40 kelompok, masing-masing kelompok beranggota 3-5 orang dan ada yang perorangan. Jumlah anggota seluruhnya adalah 136 orang dari 40 kelompok ini. “Dari 136 orang ini, inilah yang menjadi peserta pelatihan kewirausahaan. Mereka berasal dari sembilan fakultas dan tiga program studi di bawah rektor,” jelas Ruspan.

Ruspan merincikan, mahasiswa yang lolos pendanaan dari Fakultas Ekonomi sebanyak 19 orang, Fakultas Peternakan lima orang, Fakultas Pertanian 32 orang, Fakultas Hukum empat orang, FKIP 17 orang, Fakultas Teknik 22 orang, Fakultas MIPA 13 orang, Fakultas Kedokteran tiga orang, dan Fatepa 15 orang. Selain itu, dari prodi di bawah rektor, yakni dari Prodi Hubungan Internasional satu orang, Prodi Ilmu Komunikasi satu orang, dan Prodi Sosiologi sebanyak empat orang.

Narasumber dalam pelatihan ini semuanya berasal dari pengusaha-pengusaha di Kota Mataram yakni Indah Trisnawati yang merupakan pengusaha Lombok Orchid bergerak di bidang pertanian Anggrek. Putu Aria Deva Suksmana dari CV Sasak Tulen Gemilang Sri Deva. Apriani Sulistia Ningtias dari Adena Griya Manten Salon Dan, Henny Latifa dari Heni Catering.

Rektor Unram, Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum., dalam sambutannya mengatakan, saat ini perkembangan pengatahuan dan teknologi begitu cepat, telah terjadi perubahan yang begitu masif dalam semua aspek kehidupan, termasuk di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itulah Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi mengeluarkan salah satu kebijakan yang kita sebut dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Pada hakikatnya MBKM ini adalah kebijakan yang memberikan keleluasaan kepada perguruan tinggi termasuk mahasiswanya untuk tidak saja menguasai bidang keilmuannya di fakultas atau di prodinya tetapi juga harus lintas dan di dunia luar. Mas menteri (Nadiem Makarim) sering mengatakan agar mahasiswa ini bisa berenang di laut bebas, karena itulah saudara sekalian mata kuliah-mata kuliah yang sudah kita tawarkan itu tolong dimanfaatkan,” ujarnya.

Menurut Rektor, mahasiswa bisa memilih delapan program, mulai dari magang, praktik kerja lapangan, pertukaran mahasiswa, mengajar di sekolah, mahasiswa juga bisa berkiprah di desa, bisa juga mengambil kegiatan kewirausahaan, juga riset dan proyek-proyek kemanusiaan. Program itu disetarakan dengan 40 SKS.

“Jadi lima semester saja kalau S1 menimba ilmu, di dalam satu semester lintas prodi, dua semester berada di luar universitasnya sesuai dengan talenta-talenta yang ingin atau saudara minati sehingga pada saatnya keluar dari atau lulus dari perguruan tinggi itu sudah siap untuk terjun ke dunia kerja,” ujar Rektor.

Rektor sangat mengapresiasi mahasiswa yang mengikuti pelatihan kewirausahaan. Bagi mahasiswa yang lulus program ini, kewirausahaan menjadi sangat penting dalam rangka mencetak wirausahawan-wirausahawan muda. “Pada gilirannya bisa memecahkan masalah ketenagakerjaan, karena bisa menyerap tenaga kerja, bisa membantu pemerintah kita memecahkan persoalan pengangguran,” jelas Rektor.

Diakuimya, sektor formal masih terdampak oleh pandemi Covid-19 sehingga serapan-serapan angkatan kerja di sektor-sektor swasta juga tidak terlalu tinggi saat ini. “Alternatifnya adalah kita harus mampu menangkap peluang berwirausaha. Berwirausaha menjadi alternatif peluang yang sangat bagus, sangat baik di masa-masa sekarang ini dan di masa yang akan datang,” ujar Rektor.

Karena itulah, Rektor menegaskan, pihaknya akan terus berkomitmen memperbanyak pelatihan-pelatihan seperti ini. Selain memang salah satu indikator kinerja dari perguruan tinggi adalah lulusannya atau mahasiswanya berwiraswasta. “Jadi mulai dari mahasiswa digembleng, dilatih sehingga pada akhirnya setelah keluar dari perguruan tinggi tidak membawa-bawa map kemana-mana tetapi dia yang justru bisa merekrut tenaga kerja,” ujarnya.

“Selamat mengikuti acara yang sangat baik ini, mudah-mudahan saudara sekalian memperoleh bekal yang memadai dan langsung action , langsung mulai meskipun masih studi tapi bisa memanfaatkan masa studi dengan kegiatan kewirausahaan yang nanti bisa diakui sebagai SKS dan kita sudah mengeluarkan peraturan rektor untuk itu,” pungka Rektor.